123, Example Street, City 123@abc.com 123-456-7890 lasantha.wam

Berjurnal Keren Ala Aden

Minggu, 11 Maret 2012

Tersesat Di ITB Fair 2012 (Saturday At Night)

 (sambungan dari postinga yang ini)

Mobil mengantarkan kami semua ke rumah Uwanya Eki, di daerah perumahan Purwakarta. Di sana kami Shalat Ashar,dan sekaligus di sana neneknya Eki mengakhiri perjalanannya bersama kami (maksudnya singgah loh, bukan macem2).
Akhirnya kami memasuki kota Bandung, yang diawali dengan masuk ke jalan Pasteur, (wot Pasteurisasi? Atau Pastor? Entahlah siapa yg menamakannya seperti itu).  Di bawah kanopi fly over, Om menginformasikan sesuatu… sesuatu bgt deh
           “Ih itu ada b*nci ….”
           “Manaaa”
           “Itu”
Benar saja, di salah satu sudut temaram lampu kota, terdapat sekelebat sosok agak ganjil yang berjalan, bukan kuntilanak, tapi lebih rawan daripada itu, terkenal dengan sebutan B*nci Lampu Merah (bukan Kuntil B*nci).. seketika itu pula kami was was dan berdoa semoga kaca mobil tidak error dan membuka sendiri sehingga tangan – tangan bersilikon itu tak bisa merambah ke dalam mobil. (Lebaay)

Lanjut saja beralih ke hal lain. Dari Fly over, kami masuk menuju daerah Dago. Jalanan entah apa namanya, sangat gelap, gelap sekali, hanya ada titik – titik kecil cahaya dari rumah atau lampu. Beberapa anjing geladak berkeliaran.Teringat lagi soal penjagalan (rampok barang) malam2 di jalan D*rul Q**an, apakah bisa terjadi di sini?  –hening-

Akhirnya sampailah kami di sebuah hotel jalan Dago, yang gua ga setuju kalo itu disebut hotel, kan mustinya bertingkat 6, terus ada liftnya #abaikan. Namanya hotel Ro**l D**o. Dengan tersipu malu kami bertiga (except Eki) bersalaman dengan Bapanya yang sudah menunggu di hotel. Dan masih dengan langkah malu – malu kami masuk ke sebuah kamar, wew perfecto

Fasilitas dalam kamar hotel:
·         (Odol + Sabun cair dan batang + Shampo + 2 botol Air Mineral ) x Freebie
·         Usual Water &  Hot Water ( yang ga dikeluarin jam – jam tertentu ajah)
#keren loh wudu pake air panas hehe
·         Stop contact in Bath room (gua ga ngerti kenapa musti di kamar mandi colokannya)
Masih banyak lagi sih, tapi gua cuma mau nonjolin yang teruniknya…

Cuma satu yang kurang, Space buat shalatnya minim...

Terus kalo Minggu  Pagi, disediakan fasilitas “Prasmanan Weekend” di ruang makan. Kebetulan kami emang mulai nginep Sabtu malem hehe. Jadi sistemnya tuh kita ngambil sendiri makanan dengan matok harga sekian, kita udah bisa nyicipin semua kuliner, dan bisa nambah lagi  :D   . Ada bubur ayam, nasgor, roti tawar, susu cream + kopi + teh, dan masih bnyak lagi wuiih. Kalo hari kerja mah kita cuma bisa mesen 1 makanan aja.

Sebelum ke last day ITB Fair yakni  hari Minggu, ane mau nyeritain dulu pas Sabtu malemnya. Setelah shalat Magrib dan Isya, kami berangkat menuju ITB, tetapi sebelum itu kami makan dulu di  Food Court Batagor, aneh memang kami malah mesen mie ayam, nasgor, dan kwetiaw bukan Batagor #no hope

Sehabis itu barulah kami berempat diantar ke ITB. Namun, karena macet padat merayap kami memutuskan untuk meninggalkan mobil (tentu yg bawa mobil adalah sodaranya Eki) dan melanjutkan perjalanan dengan jalan kaki.

ITB at night

Diawali dengan melewati pagar besi, kami memasuki area kampus ITB. Suasananya hening dan sedikit menaikkan bulu roma. Gedung kampus nampak kekar berdiri, tetapi gelap akan kegiatan di dalamnya. Ane tidak berharap melihat sepasang bola mata apapun dari balik jendela kaca gedung – gedung itu. 

Sebentar saja kami sampai di middle part of ITB, wajar saja tidak seluas area IPB Darmaga.  Di situ kami melihat panggung dan tenda – tenda yg digunakan sbg stand berbagai aksesoris dan pertunjukkan.  Dan di sana pula kami melihat pohon aneh, pohon yang pake tanda kutip, itulah Bubble tree, yang dinyalakan untuk menandai dibukanya ITB Fair 2012!


Kami berjalan menuju pintu utama ITB, mencari sesuatu yg bisa dijadikan petunjuk untuk mengitari ITB, Peta! Namun, yang kami lihat selanjutnya adalah…
Tiga Patung Gajah! Maskotnya ITB Fair wew… kami menjumpai mereka bertiga dengan posisi membelakangi kami XD,
Biru melambangkan Ilmu Eksak, Kuning melambangkan Kesenian, dan Hijau melambangkan Sosial.


Serasa di Smansa : Kotak Sabun
“Itu A Caraka, bener ternyata A Caraka.”
Apa? Ngapain alumni Smansa serta anak UI itu di sini?
Hmm kayaknya A Caraka juga bakal bertanya2, ngapain  kami – anak kls XI kemarin sore- di acara perinstitutan begini, kan masih belum waktunya mikirin kuliah?
Eki dan A Caraka lagi2 berseteru tanpa konflik fisik, dasar emang udah bawaan dari Smansa, hei cukup jangan bawa kebiasaan kalian di kampus Gajah ini!

Lalu ternyata di depan 3 patung Gajah menggemaskan ini kami  juga bertemu dengan A Amir, Ka (siapa lupa namanya?), Teh Dila, Ka (Lupa?) dan Ka (Lupa juga...)

Entah mau ngerasa bosen ketemu nak smansa lagi , atau mau seneng karena bisa ketemu sama kk Perisai ksatria lagi, hmm -,- 
Untuk mengakhiri drama kotak sabun ini kami pun berpisah dengan mereka, dan mencari teman kami: Cha2, Cius, Adew, dan Maudy!

Akhirnya kami berhasil menemukan mereka, di depan gerbang utama ITB.
Acara foto bersama pun di mulai...

Dari kiri: Cius, Cha2, Maudy, Fikri, Mahen, Akum, Eki

Dari kiri: Cius, Adew, Cha2, Maudy, Mahen, Akum, Fikri




Cangak mode on (di tengah hiruk pikuk festival Kuliner)

Kalo yang ini cuma Akum doang yg cangak






Food and Accesoris Festival Night:
Di area Festival ini terdapat banyak stand aksesoris dan makanan. Seperti:
  • ·         Stand harum manis,
  • ·         Stand sate sosis <mahal,, satunya 10.000
  • ·         Stand yang ada totem2nya dan di sana dijual Dream Catcher ala suku Indian,
  • ·         Wahana “Negeri Cleopatra” (yg kata orang kayak rumah Hantu), <Tetapi antriannya panjuaang banget
  • ·         Stand Games, yang kalo menang dapet hadiah dgn syarat bayar dulu
  • ·         Terus ada stand Photo Indian Style, yang kalo mau difoto, kulitnya musti dicat dulu supaya saat difoto kulitnya warna – warni dan berpendar kayak suku Indian
Sate Sosis  Eki yang terjatuh (Itu kan mahaaal)
 
Did you see that? Dream Catcher...

Lalu kami berjalan kembali ke pintu gerbang utama ITB...

Mengendap - endap dari belakang
Toilet-toiletan (yang kebelet hati2)

Seusai  berlarut2  bernarsis ria, tiba2 om nyeletuk:
                      "Ih kaget siah gua, dikirain dalem tank itu gada orang.
ini tank yg diintip Fikri (lokasi di pintu utama ITB)
                                   Pas gua intip, taunya nyembul kepala... tengsin." 

Wkwkw, rasanya mau ketawa tapi ga tega... Makanya Fik jgn suka ngintip - ngintip! XD


Berhubung hari telah larut malam, stand pertunjukannya dah pada tutup, akhirnya kami memutuskan untuk kembali ke penginapan masing2, kali ini diantar mobilnya Cha2 Uyeeah...

To Be Continued...

Kamis, 09 Februari 2012

Tersesat Di ITB Fair 2012 (Perjalanan Menuju Ke Sana)


Bermula ketika SMANSA ikut ajang Pytaghoras Switch yang diselenggarakan oleh ITB. Kami bertiga: Akum, Ane, dan Eki berencana untuk mengikuti acara ITB Fair 2012 di Bandung yang hanya akan diadakan 2 kali dalam setahun itu dan yang akan berlangsung selama 3 hari, dari tanggal 3 Februari – 5 Februari. Ane sendiri sebenarnya ga begitu tertarik sama ITB Fairnya, orang mau masuk UI, tetapi lumayanlah jalan – jalan bareng temen ke Bandung, kapan lagi coba bisa kayak gini, hehe
Hal yang bikin kami H2C sebelum ke ITB adalah Hari Sabtu! Kami sungguh berharap bahwa hari Sabtu akan libur, entah untuk sekadar persiapan buat TO Kota pada tgl 6 – 9 Februari, Maulid Nabi yang katanya tgl 4, ataupun guru – guru yg rapat. Namun sayang, ternyata hari Sabtu tidaklah libur sehingga niat kami untuk berangkat pada hari Jum’at pupus sudah. Lalu, kami terpaksa berangkat hari Sabtu, sesudah pulang sekolah.
Sesuai rencana awal tadinya cuma kami bertiga yang ke sana, tetapi akhirnya Fikri PP (yg biasa kami sebut Om) pun ikut. Wah bakal seru nih, pikir ane. 

Jam 12.00 siang

Akhirnya bel pulang sekolah yang ane nanti berbunyi. Emang udah pada sepakat langsung cabut dari sekolah, alhasil pas berangkat sekolah tadi pagi, tas kami berisi gundukan celana + baju + sikat gigi + buku2 buat KBM, fiuh beratnya!! Rencananya abis shalat Dzuhur kita langsung berangkat, eh taunya emang dasar faktor X ga pake permisi, kami berempat mendadak dipanggil ke Aula untuk persiapan pelatihan olim. Ngaret deh!

Ternyata kumpul di Aula itu membuahkan hasil mengejutkan, sebagian besar panitia Basmalah tidak dapat mengurus Basmalah karena pelatihan Olim mengambil jadwal pada hari H, saat Basmalah berlangsung. Jadwalnya ga bisa diganggu gugat, soalnya pematerinya dari  PTN serta memiliki agenda padat yang tidak sembarangan. Alhasil atmosfer kepanikan menyelubungi panitia Basmalah. Saat itu juga diadakan syuro darurat (Dan bikin agenda rencana kami ke ITB  tambah ngaret lagi!!) dan diputuskanlah bahwa panitia yang ikut pelatihan olim terutama seksi acara, harus mencari pengganti masing – masing. Deadline hari Selasa, kata Zahra menetapkan.

Jadi, akankah kami berempat pergi ke ITB Fair setelah pemberitahuan tak terduga ini?

Ya, apapun yang terjadi kami tetap akan menghadiri ITB Fair 2012, seberapapun beratnya kami dipusingkan. 

 “Jangan membuat keadaan yang sudah rumit menjadi semakin rumit dengan kepanikan, tetapi hadapi dengan tenang niscaya kita bisa melewatinya.” Eki said

Kami bertiga setuju, kami tidak mau merusak hari – hari kami di Bandung nanti dengan case of Basmalah ini.

Langsung aja loncat ke scene di mana kami meninggalkan kota Bogor tercinta. Bersama neneknya Eki, Ariel (bukan vokalis peterpan), dan saudaranya Eki, total awak yang ada di mobil menjadi 7 orang. Benar – benar gada bangku yang mubazir, smuanya terisi penuh.

Di Sepanjang Jalan Tol Jagor (Ciawinya udah lewat) – Cikampek – Cipularang, kami ngobrolin  banyak hal. Kalo diklasifikasiin kira2 cuap2 kami kala itu seperti ini:

As – Sohib (artinya awan)

“Ih itu ada awan pendek! pendek banget.”
“Awannya lari ! ditiup angin!”
“Mana Sirrus, mana cumulonimbus ya?”

Kalo si Akum sama si Om yg merupakan anak olim kebumian, ga ikut , gak bakalan ada yang ngomongin awan kayak gini, ngapain juga ngomongin awan aja mendingan ngomongin Awan R*chaniawan #eh?

Berkat Pabrik Di Pinggir Tol, Kita Bisa Buka Tutup Celana

Akum: “Nah, (sambil menunjuk) mahen, YKK itu pabrik yang memproduksi        resleting lu!”
Ane : ooo (sambil ngebayangin kejayaan celana pake tali sebelum didirikannya pabrik itu)



Jalan Tol VS Puncak Pass

Ane : yah ga lewat Puncak, ga bisa liat pemandangan bagus deh
Eki  : Di Tol jg banyak pemandangan bagus kok, ada bukit ada gunung
Ane  : Tapi kan beda, Lika – likunya itu, spot2 yg unik yg ga bakal ditemuin di jalan tol
Eki   : masalahnya puncak tuh macet, apalagi sekarang weekend, bisa sampe 5 jam macetnya
Ane   : ‘mata belo’ 

Jadi kepikiran, gimana kalo di Puncak di bikin jalan tol? Masih macet ga ya?


Kereta yang Nembus Jurang dan Bukit

(sambil melihat ke jembatan rel kereta Cikurutug yang tinggi menjulang)

Fikri : hii, gua ngeri da, naik kereta lewat situ, sieun jatuh ke jurang, mana keretanya kayak sengaja dilambat2in gitu, cukuplah yang pertama dan terakhir kali
Akum : pas gua naik kereta Sukabumi aja udah serem ngelewatin jurang2!
Ane : Wah gua pingin bgt naik kereta itu, kapan2 yuk! Sebelum naik, kita minta maaf ke keluarga, saudara, sama temen untuk terakhir kali
Fikri : -___-”
Anda mau nyoba? Bareng sama saya!

Pokoknya banyak lagi deh hal menarik yang kami omongin sepanjang perlintasan Tol, kayak:
·         Cassan Blackberrynya Eki yang ga bisa dipake buat transfer data
·         Laptop punya Fikri yang bisa membakar kalo ga dialasin
·         Rumah lucu di pinggir jalan Tol yang sering diliatin sama Akum
·         Tentang adik2 R*ntai Em*s yang sebelum kenal jaim, sudah deket malah Ganas
·         Kebetulan yang sudah terjadi dan mungkin akan berlanjut dalam periode sebuah organisasi
·         Bukit yang kata Fikri sengaja dirancang konturnya oleh manusia
·         Kilometer 97 Cipularang yang Akum tunggu
·         Eki yang mencoba menghibur gua, kalo lewat tol jg bakal nemu pemandangan yg bagus, ga harus lewat Puncak pass.
Dan saking absurd, random, dan kompleksnya obrolan, gua ga sanggup lg buat nyatet semuanya dalam note dan pikiran. Mending juga dinikmatin kan daripada capek2 ditulisin semuanya kayak Kuli Tinta yg haus berita


Empat Giant Letters Sign Sepanjang Tol

Tau Pancang Nama “Hollywood” di atas bukit yang ada di Las Vegas? Nah pas kami lewat Tol Jagorpekpularang (agak ga lazim -,-“) udah 4 kali cenah, pancang ‘Hollywood’ versi Indonesia yang kami liat. Yaitu:

~Sentul City
Ane ga aneh lagi sama pancang tulisan perumahan yang satu ini, wong masih di kabupaten Bogor. 




~D*lta Mas
Ini iklan dari D*lta Mas yang ngikutin Sentul City, atau sebaliknya ya? 
Btw, Perumahannya terletak di daerah Cikarang


Bandingkan dengan Sentul City

~Dj*rum S*per
  Nah kalo yang ini ane baru liat, adanya di deket kilometer 89 2 Cipularang. Sepertinya baru rampung dibikin.


~The W*lini
Ini juga sama! ane baru liatnya sekarang,  tahun lalu gada dan bukitnya masih bagus, belum diganggu sama GLS ini!

Nah Sekarang, Bandingkan 4 GLS di atas dengan yang di bawah ini!

Ga beda2 amat yak!



NB:
Hmm ane pribadi kurang suka “Hollywood-hollywood-an” ini, ngerusak kedamaian ekosistem, kontur, dan tanaman yang ada di bukit – bukit, yang semestinya dijaga keindahannya. Masih banyak cara untuk menaikkan animo masyarakat pada suatu produk, Tidak harus dengan merusak keasrian bukit – bukit malang itu!

Hari sudah semakin sore, adzan Ashar sudah berkumandang , mobil tidak kunjung berhenti. Shalat di manakah kami? 

to be continued….

Rabu, 24 Agustus 2011

Last Day At School

Orientasi: 
Kala itu SMAN 1 Bogor sedang merayakan ultahnya dari bulan April sampai dengan bulan Mei. 
Semua Ekskul berlomba-lomba untuk memberikan event terbaiknya untuk SMANSA Day. 
DKM Ar- Rahmah mengadakan acara Mekkah, yakni yang terdiri atas sub acara PUTIK, Lomba2, dan Tabligh Akbar. Saya dan teman - teman saya yang termasuk panitia acara tersebut sedang giat-giatnya memberikan undangan ke sekolah - sekolah untuk mengikuti perlombaan Mekkah.




Story: 
Ada yang beda dengan hari ini...
Semangatku ke sekolah 2 kali lipat daripada biasanya..
Dengan rambut pendek baru....
Karena.....

INI ADALAH HARI TERAKHIRKU DI SEKOLAH   !!!!

Masyarakat: Hah, RSBI libur lagi?? kebiasaan nih guru2 pada males ngajarin siswanya
Ane             : BUKAN ,,, Kelas 3 kan kepingin UN, supaya kelasnya kondusif. 
                     Ya  sesuai  dengan tradisi dari tahun ke tahun.
                     Kelas 2 & kelas 1 nya diliburin deh . Lagian ga Cuma RSBI aja kaliee ’

Hari ini, gua masih lari dengan tergesa – gesa dari PGB truss lewati (hampir nabrak!!) kerumunan orang & kendaraan ke arah SMANSA, yang kata orang mendingan naik angkot daripada kaki rontok... (Wot?? Deket kan?)
Alhamdulillah yang in daily sering terlambat 5 menit (bahkan rabu kemarin ampe telat 10 mnt), sekrang malah kekurangan 5 menit...
Ga nyangka, padahal yang biasanya pake alternatif: ojek > angkot 06 > angkot 03/02 > jalan dikit dr TaTos, suka telat...
Ini malah alternatif: lari ke atas (dr rumah) > angkot 06 > lari dr PGB ke SMANSA malah ga telat... aneh bener
Ah sebodo lah, udah ga telat kok malah dipusingin, bukannya nyukur,,, eits bersyukur    (mentang - mentangabis cukur rambut)

Lalu aku berjalan memasuki pintu X-5 dan kulihat...
~ ada anak2 yg ngurus slide PLH
~Eli jadi duduk sama Jennie, (Mirnanya mau dikemanain Jen? Parah lu wkwk)
Selebihnya nampak wajar..

Sekonyong2 Dewi menyampaikan keluhannya dan bertanya
“Ada koran ga Hen? Mau getting artikel kenakalan remaja nih”
“ Beli aja di Lampu merah, kan banyak yg jual
  Lantas kami lari keluar dari gerbang SMANSA, di saat orang2 yg telat berlari tergesa-gesa ke gerbang SMANSA...
 Saat mau ke seberang jalan buat nyamperin tukang koran...
 NGEEENG... motor Eki mendadak datang dan hampir menyinggung kami berdua..
Eki                   : “Eitss, Haha...
Me & Dewi        :
Ternyata mas2 tukang koran itu ga perlu disamperin dah nyamper sendiri..
Dewi    : mas-mas! Ada koran yg tentang kenakalan remaja, ga?”
Mas2   :  tergantung dek, kan beda2 tiap hari mah
Me       : dalam hati > ( tergantung di pucuk pohon??)
Dewi    :  yg biasanya ada kenakalan remaja, koran apa mas?
Mas2   :  tergantung dek, sulit dipastiiin
Me       : dalam hati > (omongan lu ngegantung tau mas)
Dewi    :  lu yakin ada di Koran apa Hen?
Me       : Kompas kalo gua mah, habis tebel... tapi klo gada ga nanggung yaa
Dewi    : yaudah deh kompas aja, klo gada lu mesti tanggung jawab yaa
Me       : enak aja, kan bukan salah gua... klo tuh artikel gada, buat gua aja korannya
Dewi    : OK, ntar lu bayar 3.500 ke gua ya
 Me     :
Akhirnya ada juga artikel kenakalan remaja yg brjudul “Miras” , kasihan juga kan klo artikelnya beneran gada


Kultum berkesudahan, Pak Dani masuk dengan tampang mendinginkan atmosfer, tanda kelompok nya Lufhti harus memulai presentasi..
Judul Presentasi “PENYUKU UNTUK LAUTKU”
Pas giliran Mirna nyampein:
 “ Cahaya lampu manusia juga mengakibatkan kelangkaan penyu, penyu2 biasa merangkak ke sumber cahaya matahari maupun bulan... tapi karena dewasa ini banyak gedung2 yg mengeluarkan cahaya terang dibangun di pinggir pantai... penyu itu malah merangkak ke hotel , cafe, atau gedung2 manusia, bukan yg seharusnya ke laut lepas”
Wkwk, penyu itu ngapain merayap ke hotel? emang punya duit... ane aja belum pernah ngerasain nginep  di hotel2  pantai
Suara hati: Heh, nyadar dong... penyu lagi kesusahan dan sekarat kok nganggepnya malah main2!

Waktu berlalu, giliran KBM Bu Nur Hayati . Hari ini beliau membawa video mungkin DVD atau semacamnya lah.. yg pertanda gada yg musti presentasi hari Ini
Tapi sebelum itu, Bu Nur nanyain Elian dulu, bekas presentasinya mnggu lalu, mau adain pertanyaan atau ngga... Mayoritas bilang ngga usah, atuh da waktunya Cuma 1 jam, nonton film doang aja kyaknya ga bakal cukup, apalgi klo dipotong sesi ask-answer dulu!!
Ibu Nur ngasih tau kalo film nya untuk anak SD > Wot? kita kan SMA ??
Dan beliau berdalih tidak ada salahnya kita menonton film SD >  krna emang gada yg buat SMAnya
Karena Bel sudah berbunyi, akhirnya Cuma nyampe section 2 tentang Badai,
insyaAlloh Lusa Minggu depan ada nonton movie lagi < yg itu artinya gada presentasi lagi
Bu Nur lalu  keluar, anak2 nakal mulai “menggerayangi2 komputer” dikirain Pak Hasan ga masuk, eh taunya masuknya Pak Hasan scara tiba2 malah ngagetin, yang bikin kesemrawutan sejenak buat matiin komputer.
Beliau masih nagih2 judul penelitian, walau ga setegas pas Selasa sih, tapi tetep aja ngeselin. Emangnya ide bisa kita tarik kapan aja, kayak tabungan biasa yg ga pake kontrak berjangka??
Lagi2 KBM Cuma 1 jam, dan disusul dengan Bu Herlina yg memulai cerita sejarahnya..
Bu Herlina: Kalian musti ngapalin fungsi masing2 alat di zaman Megalitikum YA! 
                  Ntar   gada alasan lagi klo materinya belum disampein
                 OK, Pr Uji Kompetensi nomor sekian dan semua PG dan Essay Bab 3!
Anak2 : Kan udah, minggu kemarin??
Bu Herlina : Yee, ini mah lain lagi
Ah sudahlah, minggu depan libur UN ini hehe
Istirahat pertama saya habiskan waktu di perpustakaan
Pas bel masuk berbunyi, ane dimintatolongin Dea buat motoin Dea, temannya, dan Ibu perpus buat tugas wawancara...

Di KBM selanjutnya Bu Bekti “ditemani” dengan peneliti yg bermaksud menonton KBM kami...
Sesuai perjanjian minggu lalu, kami dlm klompok, hari ini akan menganalisa sebuah kasus pada artikel.. dan kelompok ane yg terdiri atas Tika, Ikbal, Fikri (dispen nyebarin undangan) dan gua mendapat artikel tentang penyimpangan seksual
Dengan judul klo ga salah:
tipu pria lain, dengan trik bla bla di atas ranjang
~iyuuh eufimismenya  kurang pas tuh

Waktu berlalu, pas istirahat ane sakit perut karena makan soto ayam di Slot dengan sambel ijo yg taunya bikin mules..
Kala di WC, taunya bel sekolah berbunyi 4 kali, pertanda sekolah dipulangkan lebih cepat, YEY gada pelajaran MATE!!!
Lalu, untuk memenuhi tugas Ekonomi, saya , Karin, safira, Afi.. without Fhilipo dan Arin pergi ke Bank UMUM,
Nyoba2dulu tuh ke Bank **I, eh taunya di sana ga diperbolehkan wawancara2an malah dipusingin sama anjuran2 sesat kayak:
Kami: mas wawancara di mana ya?
Pak Satpam: ke atas aja, bid, marketing. Wawancara Cuma 15 menit kan?
Pas diatas...
Mba2 : wah mau wawancara? Jgn ke saya, saya masih baru di sini
Karin: ngga mba, Cuma nanya2 dikit aja
Mba2: oh ke Ibu itu aja yg lg di komputer
Pas nyamperin tuh ibu...
Ibu2: aduh, klo wawancara resmi sya ga ngjinin, musti ada surat dulu dri kantor sentral. Mending ade ke bawah aja nanya  customer service,   ntar dikasih tau deh cara2 jadi nasabah...
Kami turun terus bilang ke satpam yg tadi..
Kami: katanya suruh ke bawah
Pak Satpam : Oh, yaudah dek, klo ke customer service ngantri dulu
Kami: ga usah deh ( Penuh kayak gitu, mau nunggu ampe jam berapa???)
Akhinya kami memutuskan untuk ngayap ke Bank sebelahnya, Bak C***
Di sana lumayan sepi, kayaknya animo masyarakat masih surut sama yg berbau swasta..
Lalu kami dapat nomor antri 527, (swt, gede bgt angkanya)
Padahal masih banyak CS yg kosong, tapi malah di suruh nungguin CS (yg sesuai nomor) yg lagi ga ditempat
Walah lieur, ga efektif amat
Akhirnya, nomor kami disebut, dan kami langsung dilayani, namun karena tujuan kami untuk wawancara bukan dlm hal menabung dan kebetulan pimpinannya lg kosong jadwal, akhirnya pimpinan C*** langsung yg menawarkan untuk diwawancarai oleh kami.
Dengan nada yang khas seorang direktur, kami butuh waktu sesaat untuk memahami istilah2 dalam kalimat yg disampaikan beliau.
Kami memutuskan tuk tidak bertanya soal bea, untuk menghindari terjerumus ke dalam “propaganda transaksi” hehe.
Akhirnya wawancara kami diakhiri dgn sesi foto bersama non narsis mode on, terus minta difotoin deh sama satpam yg baik hati dan tidak sombong di depan atm mesin, lalu langsung Escape dari tempat itu...
Di Smansa pas banget ketemus sama koloni trio FIKRI yang sdang naik mobil merah. Tanpa ragu dan malu, saya masuk ke koloni mereka dan langsung ngider buat nyebar undangan...
Dan dengan hasil sebagai brikut:
1. SD Perwira...
Fikri PP : SD nya udah tutup...
2. SD Dewi Sartika 2
Eki: SD DS 1 udah dapet undangan, kok ga sekalian aja sih kan, dket...
Bagaikan majas retorika, pertanyaan Eki tidak berbalas..
Lalu Ane n Fikri PP masuk ke area SD itu, betapa sedihnya kami melihat ruang guru yg sudah terkunci rapat, dan di sana Fikri PP bertemu dengan kenalan seorang ibu2 yg biasa melihatnya nganterin adenya (Kiww)
3. SMP dan SMA YZ*1...
Di sini untuk pertama kalinya bagian bawah mobil eki kena speedbump ygtajam dan menukik

JGEER!!
Eki                  : ah sial mobil gua rusak, ketahuan nih anak2 Y** ga pernah bawa mobil ke  sekolah
Berulang majas retorika...
A wawi            : hayooh takut ketemu sama nak2 Y** yaa?
Me                  : bukan takut, malas aja keujanan
Dan yg keluar bwt ngasih undangan adalah Eki dan Fikri PP
Selanjutnya kami melanjutkan perjalanan ke arah warung jambu ke SMPN 8 Bogor,
di sana Eki minta pinjem pulpen lagi buat absen
Habis itu kami langsung  masuk ke jalan baru, smpat terjadi ciprat2an yg seru antara mobil Eki dengan Avanza putih yg kesel krana mobil “rentalnya” kotor... Fiuh, untung pergelutan itu cepat berakhir. Kami lalu masuk ke jalan antah berantah, yg di jalan itu, berlalu seorang anak remaja bercelana pendek payungan yg tak sengaja kecipratan mobil Eki... (Maap yah..
4. SMPN 16 Bogor
Hasil:
Eki       : Katanya, “Kayaknya kami ga ikutan lomba LCT deh”
Me       : Waduh kayaknya dia minder, soalnya lawan anak SMA semua wkwk (sembari menunjukkan daftar absen SMPN 16 yg nyasar di absensi  SMA)
Kami    : HAHA
A wawi: salah kitanya.

Lalu pas dipertigaan jalan baru, Eki mau belok ke kiri ke arah Yasmin, tapi Fikri PP maksa supaya ke kanan dan percaya klo jalannya itu bagus
Eki: Ah terserah deh, emang lu kapan terakhir lewat situ
Fikri PP: 5 Tahun yg lalu,,,
Eki: Wot?? Gua baru sebulan lalu lewat situ
Karena dah terlanjur ngambil arah kemang, akhirnya terpaksa lewat ATS yg jalan2nya bener2 “bagus” deh ...
Eki: Nih bagus fik, banyak kubangannya haha
Fikri PP: biarin pingin menelaah jalan
The Other:
Fikri PP : pingin liat pesawat
Eki       : yg asli ga kliatan dari sini, paling miniaturnya , itu juga helicopter bukan          pesawat
Pas lewat miniaturnya..
Fikri PP :mana, katanya pesawat??
Eki       : kan daritadi gua bilang helicopter Zzz
Minta dicipok..

Klo lurus terus ane bakal nyampe rumah nih, tapi sayang klo mo ke SMPN 14 musti belok ke bubulak pas pertigaan... Ah biarlah besok kan libur panjang...
Kami pun sampe di SMPN 14
Terus kami melanjutkan perjalanan..
Di sini lah awal kami menjadi time traveller haha..
Fikri PP: eh itu anak remaja payungan yg kita ciprat tadi
Kami    : Oh iya LOL
Lalu.. setiap orang payungan yg kami temui kami anggap sebagai evolusi dari anak remaja yg kecipratan tadi...
Kalo di bikin alur jadi kyak gini:    *(tanda “>” artinya “menjadi”)
Anak remaja yg kecipratan pake payung
> anak remaja yg pake payung, dan kyak udah mandi gitu
> anak remaja nya udah jadi bapak2 wkwk
> ibu2 yg dianggap transgender dari Bapak2 tadi
>sekumpulan anak SD hasil dari meiosi Ibu2 tadi
> sepasang ibu dan anak hasil agregasi dr anak2 SD tadi
> hah?? Kok berubah lagi jadi tukang baso
A Wawi: oh, bapak yg tadi udah sadar musti cari penghasilan.. payungnya dimodif ama gerobak jadi gerobak baso deh..
Kami: LOL
>terakhir, jadi petani dgn dua kerbau deh...
Dan guyonan2 lain yg bakal jadi buku kalo diceitain di sini semua...
Niat kami ke smp 14 dulu, sebenarnya emang sekalian mau solat di masjid IPB Darmaga.
~Akhirnya dobel Fikri (A wawi & Fikri PP) gajadi les karena udah jam 5 lewat
~Akhirnya bagian bawah mobil Eki udah 3 kali kena benturan pembatas jalan dan   speedbump (di Y**, di jalan SDN Sindang Barang 3, dan di jalan masuk SMA Pesat)
~Akhirnya saya turun di gang menuju tanjakan 1000 ...


Sekian ...
Mau ngerjain yang lain.... hehe

Recent Posts

Categories

Unordered List

Text Widget

Diberdayakan oleh Blogger.

Mengenai Saya

Foto saya
Pengejar mimpi, pahala, dan kesempatan. Seorang mahasiswa Teknik Fisika ITB 2013 yang menyukai sastra indonesia, psikologi, dan biologi. Pemikir muda yang mudah bosan dengan hal stagnan, serta mengekang kreativitas.

Pengikut

Total Tayangan Halaman

Sekapur Sirih

Blog ini berisikan agenda perjalanan, momentum, dan hal indah yang patut dikenang .